XLVI. Rahasia Besar

1608 Kata

Jakarta, 2021. “Jus alpukat sesuai pesanan.” Raka meletakan gelas itu di meja Grizella. Dia juga menurunkan beberapa jajanan dari aci kepada gadis istimewanya. “Makasih,” ucap Grizella tersenyum tulus. Raka mengangguk, dia pun duduk di hadapan Grizella dengan raut wajah penasaran. Wajah gadis itu tampak kusut padahal tadi pagi dia melihat gadis itu segar dan cantik. “Ada kisruh setelah gue pergi?” tanya Raka dengan lembut. Grizella menggelengkan kepalanya. “Gue nggak enak lihat situasi Grizelle, Ka.” “Kenapa? Bukannya itu hukuman yang pas?” “Dia saudara kembar gue, gue tahu dia pasti kehilangan, kesepian, dan juga sakit hati. Apalagi ... Aarave putusin dia, Marva yang dia sayang malah jadian sama gue.” Raka mengubah gaya duduknya, kemudian dirinya mengambil satu siomay di m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN