"File power point presentasi yang aku kirimin tadi siang udah kamu buka, Yang?" tanya fasa dari seberang telpon video call mereka. "Udah aku baca sekilas tadi siang setelah kamu kirim, Mas. Soalnya tadi baru riweuh kesana kemari. Aku baca lagi sekarang deh," jawab Aura tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop dihadapannya. Sedangkan hand phone nya berada di samping laptopnya dengan posisi menyandar pada meja belajarnya. "Oke, Yang. Bilang ya kalau ada yang perlu diperbaikin. Ini aku juga buka power point nya biar bisa langsung di edit," ucap Fasa dengan lembut. "Muka kamu lho, Yang. Serius amat kalau sama kerjaan. Kayak mau makan laptopmu aja, Haha," goda Fasa yang gemas dengan ekpresi datar Aura dan kening yang berkerut ketika menemukan suatu kesalahan. "Ishh. Apaan sih, Mas? Co

