Cukup lama Aisyah menunggu kedatangan Sidik, tapi suaminya itu belum terlihat juga masuk ke kamar. Ia cemas merasa tak enak hati karena ulahnya lah Dina semakin marah dan mengamuk seperti itu. Harusnya ia menurut anjuran Sidik, pasti hal barusan tidak akan terjadi. Aisyah menyesal. Netranya selalu mengarah ke pintu berharap suaminya itu segera datang, hingga suara derit pintu dibuka menerbitkan senyum di wajahnya. Sidik. Akhirnya laki-laki itu datang juga. Ia tampak masuk ke kamar setelah beberapa jam dari kejadian barusan. Menatap Aisyah sekilas lalu mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi, tanpa suara ataupun menyapa Aisyah lebih dulu. Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan Aisyah yang merasa Sidik telah marah padanya. "Maaf," ucap Aisyah tiba-tiba. Sidik yang baru keluar dari k
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


