Permintaan Lintang dan Sebuah Pertemuan

1911 Kata

"Aku kira setelah kita break sebentar, kita akan balikan lagi." Wanita yang duduk di hadapan Sidik menyesap minumannya pelan sebelum melanjutkan bicara. "Ternyata … putus selamanya." Kemudian mendesah berat. Lintang--namanya. Wanita yang pernah menempati sudut hati Sidik itu menatap Sidik lekat. "Siapa wanita itu? Apa hebatnya dia, jadi dipilih dibandingkan aku yang mencoba memperbaiki diri." Suaranya terdengar bergetar menahan emosi. Lelaki yang duduk mengenakan atasan kemeja kotak di depannya tersenyum getir. Sidik memang sengaja membiarkan wanita tersebut mengeluarkan isi hatinya. "Hubungan kita tidak bisa diperbaiki lagi Lin. Aku tidak bisa menerima penghianatanmu itu." Lintang tersentak mendengar penegasan dari Sidik, ia membulatkan matanya yang sipit akibat menangis semalaman.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN