70. Menciptakan Peluang

2260 Kata

“Kamu besok kerja dan pulang jam berapa?” Krist berusaha membuka pembicaraan setelah keadaan di dalam mobil diliputi dengan keheningan. Naya yang melempar pandang keluar jendela melirik ke arah Krist sekilas sebelum mengembalikan pandangannya lurus ke depan. “Kenapa memangnya?” “Tanya aja memang nggak boleh?” “Tanpa tanya Mas juga biasanya udah bisa tahu, kan? Buktinya tadi datang ke café sengaja pas saya lagi nggak ambil full shift.” Hah, Naya ini kenapa sulit sekali bicara dengannya secara baik-baik sih? Krist yang tidak biasa berbasa-basi jadi merasa salah karena sudah mengambil percakapan macam itu. Pada akhirnya Krist memilih diam, mungkin sebaiknya ia memikirkan baik-baik terlebih dulu topik macam apa yang ingin ia angkat kali berikutnya. Tapi, saat Krist tenggelam dalam pikirann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN