Pagi Yang Kacau

1038 Kata

Drrrt... drrrt... Suara getar ponsel Rayan memecah keheningan pagi di dalam kamar apartemen yang masih remang-remang. Rayan menggeliat, mencoba mengumpulkan kesadaran di samping Nayra yang masih terlelap. Dengan mata yang masih terpejam rapat, ia meraba nakas dan mengangkat telepon tanpa melihat layar. "Halo..." suara Rayan parau, khas orang baru bangun tidur. "Di mana lo?!" bentak suara melengking di seberang telepon. Itu Kinara. Rayan memijat pangkal hidungnya, mencoba mengusir kantuk yang masih menggelayut. "Gue di apartemen... ada apa sih, Ra? Pagi-pagi udah teriak." "Emak lo sakit! Gue tadi yang bawa dia ke rumah sakit!" seru Kinara dengan nada bicara yang bergetar antara cemas dan emosi. Seketika, mata Rayan terbelalak. Rasa kantuknya hilang tak berbekas, digantikan oleh rasa s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN