"masih sakit di rumah aja istirahat dulu biar enakan badan nya. ini malah maen malam malam. tapi seneng juga sih malem malem di temenin."kata Tina
"Alhamdulillah sudah baikan tadi siang dapet obat jadi sekarang dah enakan. emang gak boleh maen?" bilang Joni.
"ya boleh lah masak enggak tapi seneng juga sih di temenin" balas Tina
Tina seneng Joni lebih mementingkan dia daripada kesehatan nya sendiri. dan Joni merasa sudah baikan setelah Tina tadi siang maen ke rumah Joni. Tina menjadi semangat buat Joni agar cepat sembuh dari penyakitnya. Joni memberi kabar kepada Tina bahwa dia besok mulai bekerja di salah satu pabrik di kampung nya.
"tin besok aku mulai kerja!"
"kerja dimana mas?"
"dipabrik itu"
"Alhamdulillah, tapi sekarang gak ada yg jemput dong!"
"gak papa Khan nyari duit buat modal"
"modal apa mas?"
"modal melamar kamu"
"ih Khan aku masih sekolah"
"kamu gak mau kalo dilamar?"
" ya mau sih tapi Khan aku sekolah dulu lah"
"ya Khan dikumpulin dulu duitnya."
"eh iya ya lupa"
"emang udah beneran sembuh?"
"iya udah baikan. kalo masih sakit mana nyampe sini"
"jangan minum es dulu. minum yang anget anget dulu ya?"
"kalo minum jamu gak papa kan biar anget".
"Emm tambah bikin pusing nanti."
"biar anget badannya"
"terserah dah kamu ini yang ngerasain".
"hehehe. kalo rokok boleh gak?"
"idih terserah gak bisa ngelarang".
setelah ngobrol Tina kaget tiba tiba Joni mencium tangan Tina.
Tina langsung terdiam mematung yang akhirnya Joni mencium bibir Tina yang mungil dengan warna ke merah merahan dan mereka terbawa suasana dimana di rumah Tina yang depan sepi sehingga Joni melumat bibir Tina dan membuat kiss mark di leher Tina yang terlihat seperti digigit serangga.
Tina menikmati itu tetapi mereka tetap pada batas seperti itu tidak lebih. Joni menjaga Tina karena Joni merasa dia seperti menjaga adiknya sendiri jadi tau dengan batasan batasan yg boleh dan tidak boleh dilakukan mereka.
jalanan di depan rumah Tina kalau sudah malam jarang orang berlalu lalang lewat. kalaupun ada paling satu atau dua orang saja. sehingga kalau hanya ciuman dan kiss mark bisa mereka lakukan.
orang tua Tina menonton tv berada di rumah belakang yang tertutup sekat korden jadi tidak kelihatan dari depan.
"nanti kalau kamu kerja jarang maen ke rumah?
"enggak nanti rutin maen kesini kalo gak capek."
"kerja di bagian apa?"
" belum tau kan besok baru kerja"
"eh iya lupa. hati hati ya kalau kerja. jangan ngelamun."
"iya siap Bu boss"
"kurangin minum minumnya ya fokus kerja semangat buat masa depan."
"gak janji ya. kalau ada yg ngajakin ya gak bisa nolak"
"ih kalo bisa berhenti lah mas. sayang badan nya"
"iya iya nanti diusahain".
hari mulai malam tapi Tina enggan ditinggal Joni pulang. jadi di undur undur Tina agar Joni gak pulang.
"aku pulang ya udah jam 9. besok kamu sekolah"
"nanti lah setengah jam lagi masih pengen ngobrol ma kamu"
" ya udah setengah jam aja ya."
"kalo boleh jam 10 aja pulangnya"
"eh nih bocah malah minta tambah lagi"
"iya masih kangen"
"iya iya sampe jam 10."
obrolan mereka sampe lupa waktu. jam sudah menunjukkan pukul 10 malam jadi Joni ijin untuk balik pulang ke rumah.
Joni berpamitan pada ibu Tina. setelah Joni pulang Tina langsung masuk kamar dan melihat leher yang tadi diberi tanda oleh Joni. Tina senyum sendiri melihat tanda itu. baru pertama kali Tina seperti ini. rasa itu tidak bisa ia lupakan sehingga Tina menjadi senyum sendiri.
gak berselang lama Tina tidur pulas dengan kipas angin yang menyala walau dingin. Tina terbangun malam karena dia haus dan merasa pengen pipis.
Tina jika terbangun jarang sekali dia bisa langsung tidur. biasanya dia susah tidur setelah terbangun malam.
Tina gak bisa tidur lagi dia membayangkan yg tadi ia dapatkan dari Joni. Tina tersenyum sambil nyengir sendiri di kamar sendiri.