Hal ini membuat semakin merinding dan getaran di sekujur tubuhnya, gejolak dari dalam mendesir hebat hingga tak kuasa menahan asmara yang mulai menyambar tubuh. Wajah Sia terlihat memerah dan dia berusaha menyiapkan diri untuk pertempuran bersama dalam gejolak yang memebara. Sia harus menerima kenyataan dirinya sebagai seorang istri, dia harus mengikuti keinginan suaminya. Senyum nakal Dika kembali terpampang diwajahnya, sewaktu seluruh tubuh istrinya telah berada di dalam pelukan Dika, seperti ingin mendekap Sia lebih lama lagi. Sia telah siap menyerahkan apa yang dimilikinya kepada seorang pria saat ini, tentu saja pria itu suaminya. Mata Dika menatap dalam istrinya, ingin merobek seluruh pakaian yang dikenakan Sia. Apa ini mimpi? Terserahlah jika ini hanya khayalanku saja. Mulai ber

