Hari ini terasa lama, begitulah yang dirasakan kedua insan. Tibalah saatnya yang diharapkan kedua insan yang dilanda asmara. Ini termasuk pada inti penyatuan dalam perkawinan yang indah. Apalagi kalau bukan inti dalam pernikahan. Terlihat kedua pasangan ini masih malu, ragu dan bingung. Mereka bingung harus mulai dari mana dan siapa yang memulainya? Keraguan pun muncul di saat salah satu dari mereka harus mencapai puncak kenikmatan. Ops , Dika mulai Sia dengan sangat lambat sambil menahan degupan dadanya yang kuat. Langkah lambat Dika membuat Sia semakin merinding, geli di sekujur tubuhnya dan darahnya mendesir hebat hingga tak kuasa menahan asmara yang bergelombang kuat. Wajah Sia terlihat memerah dan dia berusaha mempersiapkan diri untuk pertempuran malam ini. Tentu saja malam yang s

