Dika berbalik dan menatap Steve yang sejak tadi terkekeh. "Kau lihat ini." Ucap pria tersebut sambil menatap ke arah bawah. "Aku bersikap seperti ini karena pisang gila sudah menegang dengan melihat wajahnya saja.” “Sia istrimu, paman! Tinggal minta saja tak akan membuat kau dalam masalah.” Dika menggeleng. “Dia sangat berbeda beberapa hari ini. Dia tak bergerak saat kami melakukannya. Seperti sedang berhubungan dengan kayu saja walaupun aku tetap menikmatinya. Hanya aku merasa di sedang marah. Aku harus bagaimana?!” “Paman, mungkin kau saja yang terlalu sensitif. Wajah Sia memang begitu dari dulu. Bukannya kau selalu memuji dia cantik lahir batin?!” Sedang asyik berbicara tak lama suara Sia terdengar.“Sayang.” Deg, baru selesai dia berkeluh kesah! Eh, malah jadi seperti ini! Semoga

