Bab 15.

768 Kata

Di tempat lain, Dika tak bisa menahan Zeo yang tak berhenti berteriak. Berulang kali Dika menyampaikan padanya tapi pria itu tak kunjung ingin mendengarkan. “Aku tahu kau belum gila! Jadi aku tak akan pernah meladenimu.” “Jangan pergi Dika!” Zeo menarik tangan Dika yang sudah melangkah pergi. Helaan napas berat keluar! “Kau punya segalanya, kenapa tak memeriksa sendiri?! katakan padaku dimana letak otakmu sebenarnya?! gunakan segala yang kau punya untuk mendapatkan bukti.” “Ah, kau benar sekali! Aku harus melakukannya, untuk mendapatkan bukti!” Zeo meremas kembali rambut kepala karena tak bisa menahan diri, lalu mata pria tersebut menatap ke arah seseorang di samping dirinya. “Kenapa dia berada di sini?!” Sia menghela napas! “Kami juga punya keluarga yang harus di urusi, bukan kalian s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN