Bab 44.

477 Kata

Sretz, El menarik tangan seseorang hingga dia tekejut. "Tuan, apa yang anda lakukan?! Anda masuk tanpan mengetuk pintu terlebih dahulu. Saya tak ingin Nyonya salah paham dengan keadaan ini. Saya mohon anda keluar dari kamar saya." Tangan El mengurung Bulan. Tatapan mata mereka beradu, bahkan jarak mereka sangat dekat. Jantung wanita itu berdegub kencang hingga El dapat menyadari karena dia pun merasakan hal yang sama. Pertanyaan penuh di otak El, padahal dia sudah sibuk mencari tahu tentang wanita ini. Mata Bulan menatap El lembut, dia tersenyum ramah dan penuh arti. "Kenapa kau berada di sini?! Katakan padaku? Apa kau sengaja melakukannya agar aku memperhatikan dirimu?! Jangan berpikir aku akan tergoda oleh tindakanmu saat ini. Ayolah Bulan, aku bahkan tidak pernah memikirkan dirimu." U

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN