Karina menatap mata Bulan sambil tersenyum mengejek. “Ini yang kau inginkan, bukan? Aku sudah ingatkan padamu! Siapa yang menyuruhmu memiliki anak dengan dia. Tugasmu hanya memberitahu semua yang aku perintahkan, kau sendiri yang bilang sangat membenci keluarga suamiku. Apa ingatan kamu sudah pikun? Apa kau lupa yang mulut itu keluarkan?” Karina menunjuk Bulan. “Kau jatuh cinta padanya, bukan? Atau kalian memang memiliki sesuatu yang masih terikat di masa lalu?! ayo katakan padaku.” Bulan tidak bisa menjawab, dia hanya mulai pura-pura menangis sambil mengusap perutnya yang hampir sama besar dengan Karina. “Maafkan saya, Nyonya!” “Aku enggak masalah sama kamu! Masalahku adalah kau yang kini lebih meminati suamiku.!” Karina menatap mata Bulan. “Kau hanya selingan yang datang sebagai peleng

