“Senang-senang? Kamu yang senang, isteri kamu tersiksa. Kamu itu punya anak perempuan, Ibu kamu ini perempuan. Coba bayangkan wanita-wanita yang kamu sayangi dilukai oleh orang lain, pasti kamu enggak mau kan?” Daffa menggeleng.”Enggak, Ma.” “Makanya, jangan macem-macem. Kamu dan Nindy menikah karena jalan yang salah. Sudah...sampai di situ saja kesalahan kalian. Setelah itu kalian jalani semuanya dengan baik. Kalian ini saling mencintai, ingat anak-anak kalian. Ini hanyalah cobaan dalam berumah tangga. Kalian harus saling membuka diri, ceritakan apa yang kalian rasakan. Bicarakan baik-baik pada pasangan,”lanjut Maa. Nindy terisak-isak mendengar perkataan sang Mama mertua. Daffa menoleh ke arah Nindy, perlahan hatinya luluh. Ia merengkuh tubuh sang isteri. Mendapat pelukan hangat dari s
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


