Sejuk di malam hari. Sendiri di bawah pohon apel seraya berpangku tangan. Niatnya merajuk setelah mendengar cerita pertarungan singkat dua sahabat. Yaya tidak mau melihat perban di luka Zhani ataupun memaafkan Zhani karena melukai Syandu. Tak urung di hatinya senang lantaran Zhani menolak Syandu. Langit begitu cerah. Dia terhibur dengan mudahnya. Melihat rasi bintang, mencoba menemukan sesuatu saat digabungkan. Ikatan kain mawar sengaja di lepas. Tangannya menjadi kering tak berkeringat. "Manisnya senyummu. Apa ada gula di langit?" Sapa orang yang Yaya hindari. Yaya melirik sinis sebagai jawaban. Zhani terkekeh kemudian duduk menghela napas berat. "Langitnya lebih menarik sekarang?" sindir Zhani kecil. Laki-laki itu tersenyum. Bisa Yaya rasakan kalau Zhani habis mandi. "Dimana
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


