Hatra sibuk berlatih karena besok kompetisi sudah tiba. Dia benar-benar berlatih dengan baik, tak seperti beberapa hari yang lalu. Ketakutannya akan Coach yang siap mengulitinya hidup-hidup pudar. Coach hari ini tampak puas sekali dengan latihan Hatra. Saat latihan usai, Leo datang dan langsung mengucapkan selamat. “Cie, mau nembak Nada,” katanya. Hatra yang kebingungan dengan maksud Leo mengerutkan dahi. “Maksudnya?” “Ya, kan? Kamu yang naruh bunga mawar di lokernya terus ngajak ketemuan.” Leo jadi ikut bingung. “Enggak, tuh.” Hatra mengatakan dengan tegas. Leo menggaruk kepalanya. “Lah, terus siapa? Kata temen-temennya Nada tadi mereka abis nganter ke Taman Bungkul. Katanya kamu ngajak ketemuan di sana.” "s**t!" Hatra langsung mengambil barang-barangnya dan lari keluar gedung ol

