BAB 4 tuduhan

1078 Kata
Nisa berjalan memasuki kelas ,dia beruntung hari ini, dia gak kena air yang ada di atas pintu, kalau tidak Nisa bisa saja basah kuyup, Nisa menatap tajam ke arah para murid, dia melihat satu persatu "Siapa yang melakukan tadi ,cepat mengaku , kalau gak kalian semua saya hukum" para murid terdiam tak ada yang bersuara Nisa melihat Reno begitu santai sambil bersiul, dia tak memperdulikan perkataan Nisa "Reno kamu pasti pelakunya, sekarang kamu maju kedepan" Nisa melihat ke arah Reno "Atas dasar apa ibu menuduh saya ,apa ibu punya bukti" Reno balik bertanya kepada Nisa "Siapa lagi murid di kelas ini yang bandel selain kamu ,kali ini kamu saya akan hukum kamu Reno " tatapan Nisa begitu sengit "Ibu jangan seenaknya menuduh , kalau ibu tetap menuduh Saya bisa saya laporkan ke polisi, ibu sudah mencemarkan nama baik saya" Reno balik mengancam Nisa terdiam sejenak,dia berpikir ada benarnya juga apa yang di katakan Reno , kemudian Nisa duduk dan mengeluarkan hpnya, Nisa meminta pak Asep untuk melihat rekaman cctv,Nisa terkejut melihat siapa pelakunya, ternyata itu Adit "Ternyata Adit pelakunya, baiklah kalau begitu, dia pantas di hukum "kemudian Nisa kembali berdiri "Adit kamu maju kedepan, saya punya sesuatu untuk kamu " Nisa berbicara begitu lembut Adit berjalan dengan santai menuju depan , dia sudah berada di hadapan Nisa "Iya Bu ,ada apa ibu memangil saya "Adit bertanya kepada Nisa "Kamu diam di pojok sana sampai jam pelajaran saya selesai, angkat kaki kamu sebelah "Adit terkejut mendengarnya "Atas dasar apa ibu menghukum saya ,apa kesalahan saya Bu "Adit protes kepada Nisa Nisa mengeluarkan hpnya,"ini kesalahan kamu Adit ,kamu masih mau mengelak , kalau kamu gak mau ngaku saya berikan kamu sp 1" Dengan perasaan yang sangat kesal Adit berdiri di pojok, hatinya begitu bergemuruh, dia terpaksa menjalani hukum dari Nisa ,Reno tersenyum kecut karena Nisa telah salah Namun tingkah laku Adit membuat semua murid sedikit tertawa, dia berjoget dan meledak Nisa dia saat Nisa memberikan materi pelajaran, Reno sibuk dengan HP dan game onlinenya ,dia gak mengikuti pelajaran yang Nisa berikan "Reno sebaiknya kamu keluar,ibu liat kamu gak mengerjakan soal yang saya buat , setelah pelajaran selesai kamu boleh masuk lagi " Nisa berani mengusir Reno "Ibu mengusir saya , apa hak ibu melakukannya , ibu tau saya ini siapa " Reno melotot sambil rahangnya mengeras menahan emosi "Kamu bertanya hak , saya guru kamu di kelas ini , kalau kamu melakukan kesalahan saya berhak menghukum kamu Reno " Nisa menjawab dengan santai "Ibu tidak tahu sedang berurusan dengan Moreno Sanjaya, saya anak dari Arya Sanjaya pemilik sekolah ini" Reno begitu bangga dengan status yang merupakan anak pemilik sekolah "Aku gak perduli, walaupun kamu anak presiden sekalipun kamu tetap aku hukum, jangan menggagu lagi sekarang kamu keluar Reno " dengan tegas Nisa mengusir Reno Tanpa menoleh Reno berjalan keluar sambil membawa tas , dia keluar menatap Nisa , tatapan keduanya begitu sengit dan penuh kebencian, Reno menigalkan ruangan tersebut Para siswa berbisik tentang Nisa ,bagi mereka Nisa guru killer yang gak pandang bulu , Reno berjalan di lorong sekolah, dia merasa kesal karena baru kali ini ada yang berani mengusir dia Jam pelajaran akhir selesai , Nisa merasa lega , akhirnya tugas mengajar di kelas ini sudah selesai "Bu saya boleh duduk sekarang Bu " Adit bertanya Nisa hanya mengagukan kepalanya, kemudian dia menyusu buku paket , Nisa berjalan keluar kelas menuju kantor, dia berjalan menyusuri lorong sekolah, Reno mengadang Nisa yang sedang berjalan "Ibu mau kemana, bukanya ibu meminta maaf malah mengusir Saya" Nisa mengerutkan keningnya "Minta maaf? Buat apa saya harus meminta maaf kepada kamu , memangnya apa salah Saya" Nisa balik bertanya "Ibu sudah menuduh saya, padahal jelas yang tadi melakukan itu bukan saya "Reno menatap tajam Nisa "Untuk apa meminta maaf, sudah jelas kalau kamu salah Reno " Nisa berbalik dan bersiap melanjutkan perjalanannya Reno malah menghalangi Nisa yang akan pergi "Minggir Reno , jangan buang waktu saya " Reno tetap tak bergerak Para siswa melihat hal tersebut,namun gak ada yang berani mengusik , mereka tau betul gimana Reno yang merupakan anak pemilik sekolah Nisa menatap tajam Reno , namun bukanya takut justru dia tersenyum kecut ," ibu minta maaf dulu baru saya akan pergi " ucap Reno tepat didepan wajah Nisa Jangan takut Nisa dia hanya murid kamu , awalnya Nisa merasa gentar melihat wajah Reno yang begitu terlihat marah "Untuk apa minta maaf , karena biasanya kamu yang berbuat seperti itu, semua sudah tau bagaimana kelakuan kamu Reno "jawab Nisa "Jadi ibu gak mau meminta maaf kepada saya " wajah Reno berubah merah seperti kepiting rebus menahan amarahnya Nisa menggelengkan kepalanya " aku gak salah ,aku hanya bertanya" elak Nisa "Minggir kamu jangan halangi saya , kamu sudah membuang waktu istirahat saya " Nisa mencoba berjalan ke arah lain Reno tersenyum,dia mendengus kesal karena gagal mendapatkan maaf dari Nisa "Jadi ibu gak mau minta maaf, baik tapi apakah sekarang ada yang mau mendengarkan ibu, bukankah ibu selalu menyuruh murid untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf, sedang ibu sendiri gak mau minta maaf setelah melakukan kesalahan, dasar pembohong " Reno begitu kesal Lagi Nisa berbalik melihat ke arah Reno , tatapannya begitu tajam , perkataan dari Reno menusuk hati, bagaimana bisa dia di sebut pembohong Reno berjalan mendekati Nisa ,dia membungkuka badannya karena Nisa lebih pendek dari dia "Ibu pembohong" Reno mengulangi perkataannya , sebagai kalimat terakhir penuh penekanan Nisa tak menjawab, dia hanya memejamkan matanya, dia merasa percuma berdebat dengan Reno , hanya akan membuang waktu dia saja Dadanya bergemuruh menahan emosi , posisi tepat di depan Reno yang tersenyum meledek dia , Nisa merasa blank beberapa saat "Kenapa ibu diam , saya benarkan Bu " Reno kembali bicara Nafas panjang Nisa hirup agar dia lebih tenang, Reno berjalan menigalkan Nisa , perkataan dari Reno membuat Nisa serasa sesak , sejak malam tadi Nisa sudah banyak pikiran, mulai dari masalah Daniel ,pagi ini di kelas sungguh menguras pemikiran Nisa Nisa berjalan menuju kantor ingin dia beristirahat sejenak, pikirannya benar benar penuh Masalah dengan Daniel belum selesai, di tambah insiden pagi hari di kelas , semua menggagu konsentrasi Nisa , mengigat Daniel Nisa menjadi sedih masalah dengan sang kekasih belum selesai "Sebaiknya nanti sepulang sekolah aku menemui mas Daniel , biar semua gak mengganggu pikiran aku , aku mau gak ada kesalahan pahaman antara aku dan dia " Nisa akhirnya sampai di kantor guru, dia duduk di meja kerjanya,dia membenamkan wajahnya Mungkin dengan beristirahat pikiran Nisa bisa lebih jernih dan semua akan kembali baik BERSAMBUNG........
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN