“Aish.. itu bocah,” kesal Aryo. “Apakah kamu ingat dengan Fendy?” “Masihlah. Itukan anakku juga. Aku yang melahirkan,” geram Santi. “Bukannya begitu. Fendy itu bocah susah diatur. Disuruh megang Asco bersama Bayu. Malah milih kabur ke Finlandia,” Aryo semakin kesal terhadap Fendy. “Biarkanlah pa. Memang dari dulu Fendy sangat unik sekali. Bahkan lebih absurd ketimbang Bayu. Gara-gara papa... mama jadi rindu pada Fendy,” ucap Santi dengan sendu. “Jika Bayu tidak ingin menikah dengan Laras. Lebih baik Fendy Pa. Papa tahu kalau Fendy tidak kalah ganteng dari Bayu.” “Sepertinya Laras sangat mencintai Bayu ma. Aku mencoba menawarkan Fendy ke Laras. Tapi Laras menolaknya. Katanya Laras tidak sudi mempunyai calon suami yang urakan seperti Fendy,” ujar Aryo blak-blakan. Sontak saja Santi te

