Bab 18 : Pameran lukisan

901 Kata

Elara mencoba mengeluarkan kanvas beserta kawan-kawannya. Tangannya bergetar tatkala mencoba menyentuh kuas yang lama sudah tak tersentuh. Helaan nafas selalu keluar dari dalam mulutnya, ia harus meyakinkan diri untuk melukis lagi. "Argghh... Susah sekali untuk melukis lagi," teriak Elara sambil melempar kuas pada kanvasnya. Dia menjambaki rambutnya lalu berbaring di ranjang. Masa lalunya yang kelam membuatnya sangat terpuruk, semua itu tidak akan pernah terlupakan. "Aku hanya ingin melukis lagi, kenapa susah sekali? Huh... Apa aku harus pergi ke pameran untuk merefresh otakku?" gumam Elara. Elara mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada orang yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri yang bernama Arsel. Arsel adalah pria berusia sekitar 35 tahun si jomblo akut dan belum perna

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN