Bab 49 : Elara hilang

1056 Kata

“Mmmhh ... aku mencintaimu, Mas,” ucap Elara yang asyik menikmati permainan Zian. “Aku juga sangat mencintaimu, Elara.” Setelah selesai melakukan ritual, mereka langsung tidur sangat pulas terutama Zian. Tubuhnya yang sudah tidak muda lagi membuatnya tertidur sangat nyenyak sampai mendengkur membuat Elara sangat gemas. Elara memeluk tubuh Zian dengan erat lalu berusaha tertidur di bawah ketiak Zian. Keesokan harinya, sinar mentari menunjukan sorotnya langsung ke wajah Zian. Zian yang biasanya bangun pagi kini terlambat sedikit dan melihat sang istri sudah sangat cantik. Elara tersenyum ke arahnya lalu mengambilkan air putih untuk Zian. “Minum dulu, Mas!” ucap Elara. Zian mengangguk, ia menenggaknya sampai habis karena ia memang sangat kehausan. Setelah itu ia segera ke kamar mandi unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN