"Sorry, gue selalu ngerepotin lo!" "Santai aja lo ah. Kek sama siapa aja. Gue malah senang bisa bantu lo," sela Riko memukul pundakku saat kami memasuki restoran yang Tiara kirim ke ponselku. "Thank you, Bro. Kalau bukan karena lo, mungkin rumah tangga gue kemarin tinggal sejarah. Beruntung banget gue punya teman kek lo." "Nggak usah bijak gitu kali, geli tau nggak. Ihh." Riko mengibas-ngibas tangannya mendengar perkataanku yang dari hati. Apaan coba, ketulusanku berterimakasih bukannya diapresiasi malah diledekin. Dasar, untung kawan. Meski begitu aku bersyukur memiliki seorang teman seperti dirinya. Mendapat banyak teman itu mudah, tapi teman yang selalu ada serta tak pernah lelah mengingatkan kita kala telah melangkah pada jalan yang salah itu langka, hampir tidak ada. Hanya yan

