Bab 22. Pilihan yang Sulit

1305 Kata

Rembulan tampak bersinar cantik ketika Farel dan Pak Wily baru selesai makan malam. Ayah dan anak itu terlihat sedang bercakap-cakap soal pekerjaan di atas balkon. "Hasil meeting di Surabaya kemarin aku dapat dua tender besar loh, Pi," ujar Farel memberitahu. "Alhamdulillah, Papi bangga sekali sama kamu," ungkap pak Wily sambil menepuk bahu putranya. Farel kemudian bertanya, "Papi mau hadiah apa, Insha Allah aku akan berikan?" "Tidak ada, justru Papi yang mau kasih kamu hadiah," sahut pak Wily yang mulai menjurus. Mendengar itu Farel jadi penasaran dan bertanya, "Oh ya, apa itu?" "Ini soal Reyna, ternyata dia tidak punya siapa-siapa lagi, Rel," ujar pak Wily yang segera menceritakan masalah Reyna. "Kok aku jadi ngantuk ya, Pi," sahut Farel pura-pura menguap. Padahal ia malas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN