Chapter 21. Pelindungku

1200 Kata

Di sepanjang jalan, Zahra tak henti-henti tersenyum. Cara Kenzo menatapnya tak terhempas sedikit pun dari ingatan. Dia yakin Kenzo mengenalinya. Kekaguman Zahra semakin menjadi-jadi. Sebelumnya, dia tak pernah menyangka pria yang suka kelayapan tengah malam itu akan singgah di masjid. Dia bahkan tak tahu kalau Kenzo juga seorang muslim. Zahra mengembuskan napas lega. Dia berharap pertemuan malam ini menjadi awal yang bagus. Senyum lebar masih menemani setiap entak kaki. Zahra menyusuri jalan kompleks yang sunyi. Berbeda dengan hatinya. Begitu ramai, seakan-akan ada ribuan alat musik yang mengalun indah bersahutan. Ah, dia bertingkah seolah tiada siapa pun di sekitarnya. Berputar, menari, bahkan berdendang dalam hati. "Assalamu'alaikum, Cantik," sapa genit seorang lelaki. Ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN