Beberapa menit menunggu dengan jantung berpacu, pintu pun terbuka dari luar dan sosok tinggi dan besar Bryce masuk ke dalam. Karena kamar Aria hanya menyalakan lamput tidur di atas meja sebelah tempat tidur, ruangan tersebut agak temaram. Menyebabkan sosok Bryce menjadi lebih menakutkan. Pria itu melepaskan arloji di pergelangan tangannya yang besar lalu meletakkannya di atas meja kopi. Dia kemudian melepaskan jasnya dan meletakkan begitu saja di kursi kemudian duduk di pinggir ranjang. Pria itu menunduk sambil membuka kancing lengan kemejanya. Selama gerakan itu, Bryce belum berbicara bahkan tidak menoleh pada Aria yang masih berada di balkon. Begitu juga dengan Aria, wanita itu mengunci mulutnya rapat. Kakinya seperti dipaku di lantai balkon sampai tidak bisa bergerak mendekati Bryce. S

