Ruben berjalan sambil bersenandung menuju kamarnya. Siapapun pasti mengetahui bahwa dia sangat bahagia akhir-akhir ini. Setelah skandal itu, banyak kejadian yang membahagiakan mengelilingnya. Dikala dia hendak menyentuh gagang pintu berwarna emas, seseorang sudah membukanya dari dalam. Di sana Lexi keluar dan melihat kehadiran ayahnya. “Oh, maafkan aku, Ayah. Aku pasti terlalu lama di sini. Aku memiliki panggilan dari dokter kandunganku tadi. Dia mengingatkanku bahwa ada berkasku yang tertinggal di sana ternyata. Lalu ini ponsel Ayah.” Menyerahkan ponsel Ruben, Lexi kemudian membetulkan letak tasnya dan tersenyum. Ruben memperhatikan anak perempuannya sejenak sebelum mengangguk dengan tidak yakin. “Ayo kembali,” ajak Lexi. “Tunggu sebentar. Aku ingin menyimpan ini.” Lexi melihat ta

