“Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Aria seraya memotong steak di piringnya. Bryce hanya meliriknya sejenak. “Apa?” “Ini semua. Kenapa kamu mengajakku makan di tempat umum ketika semua orang masih mengetahui bahwa aku adalah kekasih Dylan. Lalu, kenapa mereka berbondong-bondong kemari? Kamu tidak menyewa orang agar aku senang, bukan?” Awal ucapan Aria sungguh mengesalkan bagi Bryce. Dia bahkan ingin melupakan tentang itu. Kemudian ketika sampai di bagian akhirnya, wanita ini membuat Bryce tertawa singkat. “Yah, aku baru saja membuat pengakuan.” “Pengakuan?” Aria memiringkan kepalanya. “Pengakuan apa? Kamu baru saja melakukan dosa?” Bryce mendesah pelan sambil tersenyum. Dia meletakkan peralatan makannya sebelum menangkup wajah Aria dengan sebelah tangan. Gerakan penuh kasih itu

