Celana dalam mini gadis itu semakin basah. Belahan bibir vaginanya semakin jelas terlihat. Lendir semakin banyak bermuara di vaginanya. Lendir itu bercampur dengan air liur. Karena tak tahan lagi menerima kenikmatan yang mendera vaginanya, sebelah tangannya menjambak rambut Theo, dan yang sebelah lagi menekan bagian belakang kepala. "Theoo, aarrgghh! Debby seperti ingin pipis..!" kata gadis itu di sela-sela rintihannya. Theo menghentikan jilatan lidahnya. Ia menengadah dan melihat mata gadis itu sedang terpejam. "Debby ingin pipis, Sayang?" tanyanya sambil menyisipkan jari telunjuk ke balik celana dalam yang menutupi bibir v****a gadis itu, lalu ditariknya ke samping. Terpampanglah di hadapannya v****a seorang gadis remaja yang sedang dilanda birahi. Masih kuncup tetapi menebarkan janji

