BAB : 33

2243 Kata

   Andine berlalu pergi menyusuri lorong-lorong kelas hingga akhirnya ia keluar dari area sekolah. Berjalan dan terus berjalan hingga kakinya kini berhenti di sebuah taman, kemudian duduk di kursi yang ada di sana. Awalnya mencoba bertahan, tapi ternyata ia tak sekuat itu juga bisa menahan. Butiran-butiran bening kini mulai keluar dari kelopak matanya, jatuh membasahi kedua pipinya. Ia tutupi wajahnya dengan kedua tangannya, mencoba menahan agar tangisnya tak mengeluarkan suara. Ponsel di dalam tas-nya tiba-tiba berdering. Tapi hanya ia abaikan seolah tak perduli dengan siapa yang menghubunginya kini. Hingga akhirnya di panggilan berikutnya, barulah ia rogoh benda itu dari dalam tas-nya. "Farel," gumamnya masih terisak saat melihat nama yang tertera di layar datar itu. Segera, ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN