BAB : 35

1423 Kata

Sampai di dalam, Farel meminta pelayan mengambilkan air minum untuk Andine. Ia tahu kalau istrinya itu masih shock. "Tak apa, kan?" Andine menggeleng. Tapi tetap rasanya masih deg-deg'an parah. "Ini, Tuan," ujar pelayan menyodorkan sebuah baki berisi satu gelas teh hangat. Kemudian segera berlalu dari sana. "Minum dulu," pinta Farel sambil menyodorkan perlahan satu gelas teh kearah Andine. "Aku nggak melarang kamu ke sana, hanya saja harus ada aku yang mengawasimu. Oke?" Andine menggeleng. "Enggak perlu ... aku nggak mau ke situ lagi. Aku kapok," ungkapnya. Farel malah tersenyum. "Jadi sekarang bisa kita lanjutkan sesuatu yang tertunda di mobil tadi?" tanya Farel dengan raut wajah mesumnya. Apa yang ia dapatkan, Andine malah menatapnya dengan mata tajam. Padahal ia hanya sekada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN