BAB : 20

1276 Kata

Mengingat apa yang telah dilakukan Dimas pada Andine, itu adalah hal paling utama yang membuatnya benar-benar ingin melenyapkan Dimas. Langsung, Farel menarik pelatuk pistol itu. "Farel!" Teriakan itu sontak membuat Farel tersentak. Ia yang tadinya fokus ingin menembak tepat di kepala Dimas, kini malah buyar dan tembakannya meleset. 'Arghhh.' Lenguhan penuh rasa sakit itu terdengar nyata. Ya ... memang tembakan Farel tak tepat mengenai kepala Dimas, tapi justru malah menembus laki-laki itu. Sakit yang dirasakan tentu saja lebih parah daripada pukulan yang diberikan Farel sebelumnya, hingga hanya dengan satu tembakan, mampu membuatnya tersungkur dengan kakinya yang bersimbah darah. "Apa yang kamu lakukan, Nak?!" Melda, dialah yang tiba-tiba datang dan menghalangi niat Farel. "Ma,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN