53 : di temani

1230 Kata

Lagi-lagi Flo membasahi bibirnya yang terasa kering. "Kalau Mas Rendy mau marah nggak apa-apa sih." Rendy mengernyit, berusaha menelaah maksud kalimat yang Flo katakan. Dia saja tidak tau apa masalahnya, jadi harus marah kenapa? Dan apa alasannya dia harus marah? "Tadi kan aku jatuh, dapat musibah." "Iya, saya juga tau." Rendy akhirnya memilih mendekat ke arah Flo, lalu duduk di kursi tinggi dan meletakkan cangkir kopinya di meja bar. Dilihatnya nasi goreng Flo belum terbuka masih terbungkus dengan rapi seperti pertama kali ia membelinya. "Nah tadi waktu aku jatuh sempet ke aspal lumayan keras, tas aku juga sama motornya." Jujur Flo masih bingung bagaimana cara mengatakannya, jadinya dia berputar-putar begini. Mengerti kebingungan dan kegugupan Flo, Rendy tetap memilih diam, menu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN