Setelah maghrib Flo masih berada di meja belajarnya. Tentu saja mengerjakan tugas miliknya untuk minggu-minggu yang akan datang. Buku notes milik Gabriella tadi masih dengan rapi tersimpan di nakas samping tempat tidur. Sebenarnya Flo lebih ke arah terdiam bingung memikirkan apakah besoklebih baik dia masuk untuk melakukan pembelajaran, atau tetap istirahat di rumah. Rasanya memang nyaman, badannya yang awalnya terasa sedikit pegal setelah insiden kecelakaan itu sekarang terasa lebih baik, sedikit lebih, artinya di tempat-tempat tertentu Flo masih merasakan sakit. Ini baru satu hari dia istirahat, mungkin benar kalau satu hari lagi badannya akan kembali pulih, begitu juga dengan kakinya yang nggak perlu berjalan ke sana ke mari. Tangan Flo menggapai coklat dari Kevin tadi yang masih

