"Cuma sedikit?" Flo menoleh ke arah Rendy. "Apanya Mas?" Karena omongan Rendy yang irit-irit, Flo jadi keseringan bertanya. "Nasi, tadi katanya lapar." Lalu Rendy akhirnya memperjelas ucapannya. Sebenarnya ngomong irit dan sedikit seperti itu bukan kemauannya. Rendy juga sebenarnya nggak cuek-cuek banget. Tapi ya begitu, sudah kebiasaan. Kecuali dengan keluarga dan teman dekat dia baru akan bicara lebih panjang dan lebih santai. Flo lalu melihat ke arah piring Rendy yang sudah berisi nasi dan juga capcay, lalu melihat piringnya kembali. Perbandingannya memang luar biasa besar, mungkin isi piring Rendy dua kali lipat isi piringnya? Atau mungkin lebih? "Oh, aku kalau lagi laper banget makan banyak nanti malah sakit perut, jadi mending dikit dulu aja Mas?" Ngeles saja Flo seperti bajaj.

