Flo merebahkan tubuhnya di kasur dalam kamarnya. Mengantar barang donasi ke Gabriella tadi dia di tahan selama sekitar satu jam oleh Gabriella. Cerita ini itu, ngalor ngidul tidak jelas. Kadang bicara dengannya, kadang juga mengajak Rendy, memang orang dengan kemampuan sosial seperti Gabriella akan mudah berbaur, ngomong ini, obrolan apapun yang dibicarakan pasti berjalan. Tok... tok... tok. "Flo." Panggilan serta ketukan di luar kamarnya membuat Flo bangkit dari posisi tiduran. Berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu ia menemukan Rendy yang sudah berada di depan pintu kamarnya dengan menenteng kantong plastik berwarna hitam. Lalu cowok itu mengangkatnya di depan wajah. "Saya pesan makanan, keluar, makan." Kata Rendy, tentu saja dengan nada datar yang nggak akan pernah divariasi. S

