Sepi, begitulah yang Flo rasakan saat dirinya melangkah keluar dari dalam kamarnya. Dua tamu yang tadi ia bukakan pintu dan ia siapkan minuman sudah tidak ada. Cangkir di ruang tamu juga sudah tidak ada di atas meja, yang berarti sudah dibersihkan oleh Rendy. Oh, dan mengenai cowok itu, mungkin juga sudah berangkat ke janji temunya hari ini, karena ini sudah pukul sepuluh. Flo menghembuskan napas perlahan dan berjalan menuju dapur. Mengambil gelas dan air dingin di dalam kulkas, ia minum segelas sampai tandas. Hm, kalau boleh jujur Flo malu sekali untuk bertemu dengan Rendy, kejadian waktu di kamar tadi, tangannya benar-benar tidak sengaja dan entah bagaimana kejadiannya bisa berada di atas d**a Rendy. Yah, semoga saja cowok itu tidak berpikir bahwa dirinya orang aneh. Flo memejamkan

