12 : Kamar minimalis

1415 Kata

Malam itu Flo kembali ke kamarnya dengan senyuman tertahan, bahagia sekali rasanya. Akhirnya dia bisa mengerjakan tugas dengan tentram. Tidak ribet karena laptop yang tiba-tiba mati karena chargernya kendur, atau ribet karena mengipasi bagian bawah laptonya yang sudah panas seperti dibakar. Flo melirik laptop lama miliknya, yang ada di meja di sudut kamar. "Bye-bye." Ucap Flo dramatis. Merebahkan diri di kasur yang lebar itu Flo belum tidur, matanya masih terbuka lebar melihat langit-langit kamar yang berwarna putih. Lampu utama kamar itu sudah Flo matikan, menyisakan lampu tidur yang remang-remang. Hatinya masih berbunga dapat laptop pinjaman sekaligus sungkan karena hubungannya dengan Rendy yang tidak ada ikatan apa-apa. Maksudnya keluarga bukan, teman juga bukan. Kenal juga baru se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN