Kevin duduk di samping brangkar rumah sakit, menunggu Flo yang saat ini masih memejamkan matanya. Katanya tadi kepalanya sedikit pusing dan ijin untuk tertidur sebentar. Tentu saja Kevin mengiyakan dan memilih menunggu Flo dalam diam. Lagi pula Kevin juga masih memikirkan kejadian tadi. Bagaimana bisa Flo jatuh dan bagaimana paniknya dirinya sendiri saat melihat badan Flo yang sudah terbentur aspal. Melihat luka-luka baret yang terlihat di tangan Flo membuat Kevin merasa bersalah. Harusnya tadi dia berhasil memaksa Flo untuk berboncengan dengannya, begitu kan? "Bang Giando mana?" suara lirih itu membuat Kevin terhenyak, ia lalu menegakkan duduknya . "Pamit pulang tadi, katanya ada urusan, mau minum?" Tawar Kevin. Flo menggeleng pelan, terlalu pusing untuk bangun. Giando. Ya jadi tadi

