Mulai pagi ini, hubungan Calista dan Edwin sudah seperti biasa. Sebenarnya, Calista masih tampak seperti kosong, dingin, karena kepikiran dengan ibunya. Tapi Edwin selalu bisa memecah suasana. Saat ini, mereka sudah ada di depan kampus Calista. Namun, Calista masih tampak berdiam diri dengan tatapan kosong yang membuat Edwin kembali menghela napas setelah melihatnya. "Hey, nggak mau turun?" tanya Edwin. Namun, sepertinya Calista tidak mendengarnya. Gadis itu terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri. "Cal, are you oke?" tanya Edwin lagi, sembari menepuk bahu kekasihnya hingga terpenjat kaget. "Eh... kenapa? Lo.. loh, udah sampai, ya?" ujar Calista yang segera merapikan barang-barangnya. "Hmm... aku-" "Kalau kamu memang masih susah fokus, apa sebaiknya kamu izin satu hari lagi? Kamu bis

