Black Rose - 34

1444 Kata

Aku berlari menembus belasan orang yang berlalu lalang setelah mengetahui letak di mana ruangan Mama. Aku bahkan tidak sempat bertanya, bagaimana kondisi manusia paling aku cintai di atas muka bumi itu. Sekarang, aku berada tepat di depan ruangan dengan nomor yang sesuai dengan yang disebutkan oleh bagian resepsionis. Perlahan, aku membukanya. Mataku langsung menangkap sosok tak sadarkan diri, dengan berbagai selang yang menempel di tubuh tak berdayanya, berbaring di atas tempat tidur. Mulutku seakan terkunci. Namun, air mataku terus menetes seiring langkah gontaiku ketika menuju ke arah orang yang terbaring ibu. Sampainya tepat di samping Mama, aku dapat melihat banyaknya luka di wajah Mama, tangannya juga lebam-lebam. Aku belum pernah membayangkan dalam hidupku, akan melihat Mama dal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN