Calista menyeret sebuah koper kecil memasuki sebuah rumah megah bercat putih mengikuti langkah seorang pria di depannya. "Kamu tahu di mana kamarmu, kan?" tanya lelaki itu yang tak lain adalah Edwin. "Hmm. Aku tahu," jawab Calista sembari tersenyum. Dia sudah berkali-kali ke sini. Dan Edwin pun seakan sudah memberinya sebuah kamar jika ia ingin beristirahat atau bahkan menginap. "Kamu bisa meminta bantuan asisten rumah tanggaku di dapur kalau kamu merasa perlu," ujar Edwin. "Eh, tidak, kok. Cuma sedikit barang yang aku bawa. Bisa aku tata sendiri," tolak Calista. Edwin mengusap punggung Calista sembari tersenyum, "ya udah sana cepat bereskan lalu istirahat!" ucap Edwin. Calista tersenyum kemudian segera berjalan menuju sebuah kamar di lantai dua. Letak kamar di lantai dua ada tiga.

