BAB 31 B

985 Kata

SUAMI ONLINE 31 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Pemandangan langit yang mulai memutih membuat jarak semakin jelas. Banyak awan bergerombol seolah sedang berlomba untuk melukis langit agar berganti pagi. Sejuknya udara pagi seakan mengisi penuh dalam rongga paru-parunya. Kenes mengeratkan pegangan tangannya yang melingkar di perut sang pria. Hawa udara pagi mendinginkan jemari lentiknya hingga membuat bibir saling menggigit. Danesh menyentuh sejenak kedua tangan yang berada di perutnya. Dingin. Seolah tahu wanitanya kedinginan, ia menuntun tangan kiri Kenes masuk ke saku jaket dan menggenggamnya. Sedangkan tangan satunya bersembunyi sendiri di balik tempat yang sama. "Masih dingin enggak?" tanya sang pria sembari melirik ke belakang. "Udah enggak. Makasih." "Sama-sama, Sayang ...." Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN