Bola yang dilempar Natasya mengitari ring, dan sedetik kemudian jatuh ke samping, tidak memasuki lubang ring. "Yaaahhhh." Bibinya memberengut kesal karena tidak jadi masuk ke dalam ring. Sedangkan Natasya kegirangan dia senang akhirnya dia mengambil keputusan akan menolak Fatah dengan tegas. Sepertinya ... takdir memang tidak memperbolehkan mereka berdua bersatu. Natasya mengambil botol air minumnya dan meneguknya habis. Jangan kaget kalau air satu liter itu bisa langsung masuk ke dalam perut Natasya. Gadis itu memang gadis yang kuat dan energik. Bibinya masih kesal dan cemberut, padahal dia sangat senang jika majikannya mendapatkan pacar yang baik dan tampan seperti Fatah. Hanya saja kalau soal perasaan, mau bagaimanapun tidak bisa dipaksa. Dengan begini Natasya bisa tidur yang tenang.

