Keadaan rumah Natasya sangat sepi, tidak ada tanda-tanda kehidupan disana. Rama memutuskan rawat di rumah sakit agar penyembuhan kakinya lebih cepat. Sedangkan Natasya juga tinggal di rumah sakit menunggu Rama. Di rumah hanya ada bibi seorang. Sinar mentari mulai memasuki celah goreden rumah sakit, Natasya mengerjapkan matanya dan bangkit dari tidurnya. Dia berjalan menuju ranjang Rama dan menepuk pipi Rama pelan. “Kak, bangun Kak udah siang ini,” ucap Natasya melihat jam tangannya. Jam menunjukkan pukul sembilan pagi, sudah waktunya Rama bangun dan mandi pagi. Rama menggeliat, dia menyipitkan matanya, rasa kantuk masih menyerangnya. Tidur di rumah sakit ruang VVIP membuat Rama merasa sangat nyaman dan enggan membuka mata. Rama hanya mengangguk dan mengerang pelan lalu kembali memeluk g

