"Udah Kak, jangan sedih gitu." Natasya bisa melihat sorotan mata sedih pada wajah Rama, apalagi matanya masih belum lepas melihat anak itu yang digandeng ibunya. "Enggak, aku cuma sedikit kecewa aja, padahal sudah menyiapkan nama untuk dia." Natasya tertawa kecil karena Rama begitu menyukai Nathan. Yang lebih membuatnya bingung lagi, kenapa bisa Rama memberi nama Nathan nama untuk Nathan itu nama singkatan mereka berdua, Rasya. Dengan senang hati Natasya menggandeng Rama menuju food court, mereka sedari tadi hanya memakan rujak es krim saja, belum ada sesuap nasi yang masuk ke dalam perut mereka saking paniknya mencari ibu Nathan. Mereka duduk di depan penjual nasi goreng. Aroma bawang putih yang digoreng membuat perut mereka keroncongan dan kelaparan. Rama masih menatap meja dengan ta

