BAB 49

3981 Kata

Syaoran berdiri dalam sekejap. Jari-jarinya melengkung ke arah Sakura, siap membenturkan punggung telapak tangannya ke tengkorak Sakura. Otot-otot wanita itu menegang, menguatkan dirinya untuk pukulan yang tak terhindarkan. Tidak ada yang datang. Ia membuka satu kelopak mata untuk melihat mengapa kepalanya tidak terbelah di tanah. Tangan Syaoran bergetar di udara tetapi dia hanya menatapnya, seolah membeku dalam waktu. Tepat saat Sakura mengira serangan itu akan datang, Syaoran menjatuhkan tangannya ke samping dan menghembuskan napas. Dada Sakura memompa masuk dan keluar dengan cepat, lututnya gemetar di bawah hanfunya. Dia tidak berencana untuk menamparnya. Dia telah menunjukkan pengekangan yang besar, tetapi Syaoran yang mengawasinya sekarang bukanlah orang yang dia kenal. Ia bahkan bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN