"Kalau begitu, sudah selesai?" Syaoran menatap tanda tangannya dan Lei pada dekrit kerajaan. Tinta ungu-hitam masih lembap dan berkilau. Inilah saat dia dan Eriol bekerja siang juga malam selama dua tahun terakhir. Sekarang setelah berada di sini, alih-alih ketenangan menyelimuti dirinya, Syaoran merasakan sedikit ketakutan. Tapi dekrit ini adalah apa yang dia inginkan. Itu adalah jalan keluar dari kehidupan yang tidak terlalu dia pedulikan. "Selesai," katanya kepada Lei lalu ia mencondongkan kepalanya ke saudaranya sebagai ucapan terima kasih. "Apakah Anda yakin ingin melakukan ini?" tanya Lei untuk kesejuta dan satu kali. "Saya bukan Anda. Saya tidak akan pernah menjadi Anda. Atau bahkan mendiang Putra Pertama kita, Bai Zhu.” "Kau pria yang masuk akal, Lei." "China tidak membut
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


