Chapter 43.

1369 Kata

"Namira! Kamu sedang bicara dengan siapa?!" Deg! 'Mas Teguh?' batin Namira. Saat melihat Teguh mendekat, wanita dewasa itu tiba-tiba meninggalkan Namira. "Wanita itu siapa, Ra? Sepertinya kamu akrab dengan dia." Teguh terus memperhatikan Ibu tiri Namira yang semakin menjauh. Namira bingung harus menjawab apa. Dia terdiam menatap Ibu tirinya yang sudah pergi jauh. "Namira Dewi?" Teguh memanggil Namira seraya mengibaskan tangan kanannya di depan wajah Namira saat melihat gadis itu melamun. Teguh menarik kursi untuk ia duduk. Dia memperhatikan Namira yang sepertinya tidak baik-baik saja. "Apa terjadi sesuatu setelah aku tinggalin kamu, Ra? Perlahan Namira mendongak. Menatap Teguh dengan penuh khawatir. "Mas," "Iya?" "Kalau aku berkata jujur, apa Mas Teguh tetap mau menik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN