Chapter 22.

1210 Kata

Tiba-tiba Kiara terbangun dari tidurnya. Gadis kecil itu langsung duduk dan menangis dengan keras. Padahal Namira dan Teguh belum selesai makan. Makanan yang ada di depan mereka masih banyak. Karena sedari tadi mereka berdua saling canggung satu sama lain. Suara tangisan itu seketika membuat Namira dan Teguh menoleh ke arah Kiara. "Kiara, kamu bangun sayang?" Namira langsung menaruh sendok dan meninggalkan makanannya. Kemudian berjalan mendekati Kiara. Lalu membawa gadis kecil itu ke dalam pangkuan dan mengajaknya bicara. Lagi - lagi Teguh di buat heran dengan sikap Namira. Kenapa bisa Namira sesayang itu pada Kiara? Lagi-lagi Teguh ingat dengan Miranda. Saat itu Miranda sedang menikmati camilan dan Kiara Nangis karena lapar. Miranda tetap tak peduli, Bu Arini datang ke kamar itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN