Ketempelan

1304 Kata

51 Aku memandangi Isna yang berdiri di pinggir jalan sambil melambaikan tangan dengan tatapan sendu. Untuk sementara waktu aku belum berani berkunjung dan menemui orang tuanya. Setelah aku berhasil menyelesaikan misi perusahaan, barulah aku akan datang dan mengungkapkan identitas asli. Meskipun tahu hal itu akan membuat heboh, tetapi aku harus melakukannya. Selain itu, aku juga tengah mempersiapkan hati untuk menerima kemarahan Isna akibat dibohongi sedikit tentang keluargaku. Sangat berharap nantinya dia bisa mengerti karena saat ini aku masih dalam misi penyamaran. Aku kembali memejamkan mata dan menyandarkan tubuh ke belakang. Suara obrolan teman-teman perlahan hilang hingga akhirnya benar-benar tidak terdengar. Jiwa seakan-akan melayang tak tentu arah hingga akhirnya tiba di lapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN