38. Rompi Maut

1119 Kata

Tepat saat pria jahat itu mengayunkan pisau, terdengarlah bunyi tembakan yang entah dari mana asalnya. Sebuah peluru mengenai tangan sang pria jahat dan membuat pisaunya terlempar ke sampingku. Untung saja, tidak mengenaiku. "Aaarrrgh!" Jeritan pria dengan suara serak dan membuat hati teriris, membahana di udara. Mungkin terdengar hingga ke gedung sebelah dan sebelahnya lagi. "Menyerahlah! Kau takkan bisa berbuat apa-apa sekarang!" seru suara pria yang cukup aku kenal. Derek? Benar! Itu suara Derek! Untuk apa Derek ke sini? Bukankah ini bukan urusannya? Bukankah ini urusan dalam negeri Almaas? "Sial! Mengapa banyak sekali pengganggu malam ini?" umpat pria itu kesal. Sang pahlawan wanita pun kini bisa bangkit dan melumpuhkan sang pria. Derek datang mendekat dan memborgol pria tersebut.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN